Dadah Pertama

Pengalaman macam apa pun kalau itu dilakukan pertama kali pasti kesan pesannya lebih banyak dari yang berikutnya. Secara, it’s a matter of survival. Di saat masih hijau, masih bocah ingusan, masa depan tidak selalu bisa dijamin. Alhasil aku merasa tidak aman karena apa pun bisa terjadi di masa depan.

Bukan hakku untuk berbicara kalau aku sudah kenyang sekarang, lagi pula masih panjang perjalananku. Tapi semakin aku berjalan jauh, aku temukan kepingan jawaban yang tersebar di sepanjang jalanan. Beberapa ada yang pas dengan puzzle teka-tekiku, beberapa ada yang harus kubuang agar aku bisa maju ke depan.

Di saat aku melakukan pencarian diri, orangtua jauh di sentuhan, dekat di angan-angan. Tapi yang di atas selalu melihat gerak-gerikku, karena Ia lah yang telah membuat jalan ini. Syukur kulantunkan ketika Ia membimbingku kembali ke jalan utama.

Ketika seorang bocah bilang ia akan terbang ke negeri lain, reaksi yang orang dewasa berikan adalah antara miris, bangga, dan kagum. Walaupun orang dewasa lah yang banyak mengontrol dunia ini, terkadang sifat juga bisa berkontradiksi dengan umur. Yang mana yang salah… yang mana yang benar… meh.

Aku keluar dari pulauku, sudah terasa memang bahwa teman dari pulau yang sama itu tak terbayar harganya. Mencoba membuat teman disini… eh terkadang malah disangka alien -_- . Tapi beberapa dari mereka disini seperti harta karun yang langka. Biji-biji dari seantero dunia ini lah yang menemani suka dan dukaku.

Kalau kebetulan datang dua kali, itu namanya udah takdir.

IMG_1376

NBS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s